Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Resistor untuk hambatan LED

JuraganAcee - Resistor sebagai tahanan untuk sebuah LED harus di sesuaikan dengan arus yang mengalir ke lampu kecil tersebut.


LED adalah salah satu jenis dioda yang mempunyai kutub anoda dan katoda.

Jika LED ini di aliri arus listrik dari anoda ke katoda maka akan hidup.

Pemasangan LED ini tidak boleh terbalik karena jika terbalik tidak akan bisa menyala.

LED mempunyai karakteristik  yang berbeda-beda menurut warna yang dihasilkan.

Semakin tinggi arus yang mengalir maka nyala LED akan semakin terang.

Jika arus yang mengalir melebihi 20mA maka LED akan terbakar.

Untuk itu perlu diberi hambatan yaitu resistor.

Disini resistor sebagai penghambat arus yang menuju ke LED.

Tegangan yang jatuh pada LED berbeda-beda tergantung warna yang dihasilkan .

Nilai tahanan sebuah resistor berdasarkan warna adalah sebagai berikut:

  • Inframerah : 1,6v.
  • Merah : 1,8-2,1v.
  • Orange : 2,2v.
  • Kuning : 2,4v.
  • Hijau : 2,6v.
  • Biru : 3,0-5,5v.
  • Putih : 3,0-3,6v.
  • Ultraviolet : 3,5v.
Berdasarkan nilai diatas, kita bisa menggunakan rumus sebagai berikut :
R : ( Vs- Vs ) / I

Keterangan :
R : resistor.
I : arus LED.
Vs : tegangan sumber.
Vs : arus kerja LED.

Demikian ulasan singkat tentang hambatan Resistor yang digunakan untuk sebuah LED.

Semoga bermanfaat.

Posting Komentar untuk "Resistor untuk hambatan LED"